Badega Gunung Parang (Cirangkong)

Badega Gunung Parang - Kampung Cirangkong

Membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin adalah pekerjaan yang sulit, tetapi akan menjadi mudah bila di mulai dengan keyakinan.

Begitulah ketika warga kampung Cirangkong ingin mengikuti jejak warga kampung Cihuni untuk membuat tempat wisata di kaki Gunung Parang pada sisi Utara.

Langkah yang dimulai pada tanggal 19 Mei 2016 oleh beberapa warga Cirangkong antara lain Apin, Uned, Bajing, Ukek, Deden, Pak Muh, Yusuf, dengan dibantu dari warga Cihuni antara lain Aca dan Miftah, mulailah mereka menetapkan lokasi yang akan dikembangkan menjadi tempat wisata Badega Gunung Parang di Kampung Cirangkong.

Permasalahan yang mendasar ketika mengawali sebuah pembangunan adalah terbentur soal dana, karena mereka membangun praktis tidak memiliki dana dan hanya mengandalkan gotong royong serta material yang ada di lokasi, dan ditambah lagi kesulitan mencari modal awal dari para anggota yang terlibat.

Namun setiap ada kesulitan, pasti ada jalan keluar.

Pada akhirnya selangkah demi selangkah pada 2 Juni 2016, komunitas warga ini berhasil membangun satu unit saung tradisional sebagai dasar untuk langkah awal berikutnya.

Dan pada tanggal 3 Juni 2016, dimulailah pengeboran awal rute via ferrata di dinding utara Gunung Parang, yang kelak menjadi rute via ferrata pertama yang tertinggi di Asia.

Tepat 15 Juli 2016, infrastruktur via ferrata selesai dan siap diuji coba dan tepat pada tanggal 1 Oktober 2016, operasi penuh via Ferrata di Gunung Parang dilakukan oleh komunitas warga Badega Gunung Parang Kampung Cirangkong.

Pengembangan wisata di Gunung Parang masih belum berhenti sampai disini, dan terus bergulir mencari bentuknya sendiri.

Entah sampai kapan, selama nafas masih berhembus...

BADEGA GUNUNG PARANG
Kampung Cirangkong, 19 Mei 2016